Selasa, 25 November 2008

Sujud Adalah Kunci Kebahagiaan

Kebahagian bukan timbunan harta, bagiku.... orang yang taqwa, itulah bahagia.
Lembaran kebahagiaan pertama yang tercatat dalam buku harian dan surat perjanjian pertama dalam catatan siang hari seseorang adalah shalat Fajar. mulailah hari-harimu dengan melaksanakan shalat Fajar. Bukalah kegiatanmu dengan shalat Fajar. Saatnya engkau berada dalam jaminan, dalam perjanjian, perlindungan, pengawasan dan pengamanan-Nya. Allah akan menjagamu dari segala keburukan, menunjukanmu ke setiap kebaikan dan membawamu kepada keutamaan. sungguh, tidak akan berkah hari-hari yang tidak diawali dengan shalat Fajar, karena Allah tidak akan menjadikan siang hari menjadi dinamis.
Ini awal sebuah kesuksesan; sebagai tanda keberhasilan yang tercatat dalam buku; tanda kemenangan, kemuliaan dan keberhasilan. Maka, selamat bagi mereka yang melaksanakan shalat Fajar dan suramlah hari-hari mereka yang tidak memulai harinya dengan shalat fajar.
dikutip dari buku berjudul : Menjadi Wanita Paling Bahagia (DR.Aidh Al-Qarni)

Rabu, 19 November 2008

Percaya Pada Takdir, Baik dan Buruknya

Allah berfirman: "Tiada suatu bencana pun yang menimpa dibumi dan (tidak pula) pada diri kalian kecuali telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kalian tidak berputus asa atas apa yang luput dari kalian, dan supaya kalian tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepada kalian. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membangkang." (QS. Al-Hadid:22-23)
Allah berfirman : "Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagi kalian. Boleh jadi kalian menyukai sesuatu padahal ia buruk bagi kalian. Allah mengetahui sedang kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah:216)
Iman kepada ketentuan (Qadha') dan takdir (Qadar) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk ketenangan hati ketika tertimpa musibah. Terlebih jika sang hamba mengetahui dengan benar bahwa Allah Maha Lembut terhadap hamba-Nya dan menghendaki kemudahan atas mereka. Dan Dia Maha Bijaksana dan Maha Tahu. Dia menyimpan di akhirat dan memberikan ganjaran yang cukup bagi mereka yang bersabar tanpa perhitungan. Hal ini, jika direnungkan, maka akan mengubah kesedihan menjadi kesenangan dan kebahagiaan. Namun tidak semua orang kuat bersikap seperti ini.
Apa langkah-langkah yang harus engkau lakukan agar musibah yang menimpa menjadi ringan di jiwa?
1. Bayangkanlah adanya musibah yang lebih besar dan lebih buruk dari apa yang dialami.
2. Bayangkanlah orang yang tertimpa musibah yang lebih besar.
3. Lihatlah nikmat-nikmat yang ada pada dirimu yang tidak dimiliki oleh orang lain.
4. Janganlah engkau menyerah pada kegagalan yang terkadang beriringan dengan bencana."Sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan dan sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5-6)
Alat penghantar kebahagiaan yang cepat ke hati orang lain adalah senyuman tulus dari hati.
Dikutip dari buku Menjadi Wanita Paling Bahagia (DR.Aidh al-Qarni)

Antara Sabar dan Mengeluh

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya. "Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati." Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."
Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?" Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?" Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?" Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."
Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?" Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka." Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:" Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil keksaihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."
Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,:" Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang." Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah) Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.